Pertanyaan Tentang Harta

Assalamualaikum wr wb, kawan zulkar9

Bagi kawan zulkar9 yang muslim, semua dari kita mungkin sudah banyak yang tahu, bahwa nanti di hari akhir, Allah akan menanyakan 4 hal kepada kita semua. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: ”Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan, dan badannya untuk apa ia gunakan.” (HR Tirmidzi dan Ad-Darimi).

Zulkar9 dalam hal ini tidak akan membahas tentang hadits itu, kawan. Karena memang bukan bidang keahlian dari zulkar9, hehehe. Tapi zulkar9 tertarik dengan kata “harta”. Harta. Kenapa dalam hadits tersebut dikatakan harta? Kenapa bukan uang? Kan semua orang di dunia kalau ditanya, “Anda kerja untuk apa?”, jawabannya “untuk mencari uang”. Uang.

Dalam pemikiran zulkar9 yang awam ini, itulah hebatnya Rasul kita. Setiap perkataan, sekali lagi, setiap kata, yang keluar dari ucapan beliau, mempunyai banyak makna dan kebenaran, Subhanallah. Lalu, kembali lagi pertanyaannya, kenapa bukan uang? Karena uang hanyalah sebagian kecil dari harta. Coba kita renungkan kawan, jika pada “hari itu” Allah bertanya, “Dari mana Uang itu kamu dapatkan?” dan “Kemana Uang itu kamu belanjakan?”. Dan jika jawabannya “Dari hasil bekerja dengan jujur”, dan “digunakan/dibelanjakan untuk membeli rumah/mobil/alat-rumah tangga/pakaian/membeli emas”, maka habis perkara. Selesai pertanggung jawabannya. Di dapet dari hasil yang baik, dan dibelanjakan untuk yang tidak melanggar pula.

Tapi akan beda hasilnya, jika pertanyaannya itu tentang harta. “Dari mana harta itu kamu dapatkan dan kemana ia dihabiskan?”. Jika jawaban kita nanti “Dari hasil bekerja dengan jujur.”, itu bagus, tapi belum tentu selamat. Kenapa? Karena ada pertanyaan kedua. Jika jawaban yang kedua adalah “untuk membeli rumah/mobil/alat-rumah tangga/pakaian dan lain sebagainya.” berarti sama dong jawabannya? Tunggu dulu, kawan. Rumah, tanah, mobil, pakaian, jam tangan, handphone, laptop, dan lain sebagainya itu juga merupakan harta. Karena itu ada yang bilang, “harta warisan berupa tanah/mobil/rumah”. Harta (walaupun warisan, hehe).

Maka balik lagi, artinya setiap harta yang kita punya, akan diminta pertanggung jawabannya. Bukan hanya uang. Punya rumah, dari mana rumahnya? Dari hasil kerja jujur. Untuk apa rumahnya? Agar keluarga terlindung dari terikanya matahari dan dinginnya malam. Bagus. Tapi kalo, “untuk gengsi-gengsian, malu dong kalo punya rumah kecil, biar semua orang tahu kalau saya orang kaya”. Hmmm. Bagus ga tuh? Bagaimana dengan yang “udah rumahnya dari hasil korupsi, plus dipake buat gengsi-gengsian, biar dihormatin orang”??

Punya mobil, dari mana mobil didapatkan? Dari haril mencuri. Haduh! Untuk apa mobil digunakan? Untuk menculik orang/mengajak kencan di dalam mobil. Double Haduh. Dapetnya buruk, digunakan untuk yang buruk. Itu mungkin dari harta-harta yang mahal yah. Coba kita tengok yang sebagian besar kita punya aja deh. Laptop dan Komputer. Harta bukan? Harta. Dari mana laptop kamu dapatkan?? Dari hasil “nodong” orang tua, kalau ga dibeliin, kabur dari rumah. Astaghfirullah, tapi ini kenyataan yang sering terjadi disekitar kita loh. Lalu, untuk apa laptop itu kamu gunakan?? Untuk “ngerumpi” di jejaring sosial, download film (termasuk film porno), maen poker online, maen game online ampe “ga dengerin” adzan apalagi sholatnya. Heuuu. Iya kan?? Mungkin hal sepele, tapi itu semua kan kita pertanggung jawabkan, kawan.

Inti yang ingin saya katakan di sini, khususnya untuk diri saya pribadi adalah “Berhati-hatilah dalam menggunakan harta kita”. Harta itu bukan hanya uang. Tapi semua yang kita miliki. Karena semua itu, akan kita pertanggung jawabkan dihadapan-Nya kelak. Kenapa harus dipertanggung jawabkan? Karena pada dasarkan, kita ini hanya pinjam, kawan. Pinjam sama Allah SWT. Kalau kawan meminjamkan sesuatu ke teman, lalu teman tersebut mengembalikan apalagi kalau mengembalikannya dalam keadaan rusak, tentu kawan akan bertanya “Ni emang dipake buat apa kemaren?”. Dan tentu kawan akan marah atau setidaknya kecewa. Jadi, yuk deh, kita sama-sama memperbaiki diri, agar jangan sampe Allah Yang Maha Baik kita kecewakan.

Mohon maaf jika tulisan ini terdapat banyak kesalahan. Zulkar9 hanyalah seorang yang sedang belajar. Belajar menulis, belajar memahami, belajar untuk memperbaiki diri. Jika ada dari kawan semua yang lebih paham akan hal ini, zulkar9 sangat mengharapkan kebaikan hatinya untuk berbagi. Bukan hanya untuk zulkar9 yang awam ini, tapi juga mungkin untuk kawan kita lainnya yang sama “gelap”nya dengan zulkar9. Terima kasih.

Wassalamualaikum wr wb.

 “Ditulis.. ketika hangat mentari pagi mulai memasuki ruang kecil di sudut kota bintulu”🙂

About zulkar923

Adalah orang yang sedang belajar berjalan untuk memperbaiki dirinya. Melalui blog ini, Ia berharap dapat menulis apa saja yang Ia sukai. Menyenangkan dan menenangkan hati banyak orang dengan tulisan-tulisannya. Karena apa yang ia tulis bukanlah hal yang "berat", yang sulit dan membutuhkan pemikiran yang rumit. Hal yang ingin Ia tulis adalah hal-hal ringan yang ada di sekitar kita. Seperti video game, fotografi, kuliner, motivasi dan tulisan-tulisan lainnya yang semoga tidak hanya menarik, tapi juga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Ia berharap, banyak dari kawan-kawan dan para pembaca memberikan kritik serta masukan, agar Ia senantiasa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik yang selalu memperbaiki diri.
This entry was posted in Ngilmu dikit yuk. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s